Minggu, 25 Desember 2011

Tulisan 9


Are wE sTiLL FrIeNdS ?? No,iT’s OvEr !!
Memutuskan persahabatan memang menyakitkan..Tapi kadang tak bisa dielakan bila hubungan sudah tak sehat .. Benarkahh ??
Sahabat memang teman terdekat dimana anda dapat mencurahkan segala isi hati dan rahasia pribadi yang tak mungkin diceritakanbahkan pada keluarga terdekat sekalipun.Begitu hebatnya peran sahabat,bahkan sering sekali dianggap sebagai soulmate.Namun ketika persahabatn sudah kehilangan makna atau sang sahabat berubah menjadi terlalu posesif dan ingin menguasai hidup anda,muncul keengganan melanjutkan hubungan.Rasa kesal selalu muncul tiap kali dia mengubungi.Pertengkaran selalu mencuat.Kalau sudah begini haruskah persahabatan itu dipertahankan??
 ThE QuapLiTy oF a fRiEndS
   
Menurut psikolog Dra.Adriana S Ginanjar,M.S.Ketika usia anda tak lagi remaja,maka kebutuhan dan tingkat kematangan pun berubah.Hal ini besar pengaruhnya terhadap kualitas suatu persahabtan.Bahkan hubungan dengan seorang sahabat pun kadang tak lagi intens dulu.
     Untuk sebagian wanita situasi seperti ini tak dapat diterima.Apalagi jika mereka menganggap sahabat nya adalah satu-satunya orang yang dapat dipercaya dan tempat mengadu.Ada suatu saat dalam hidup dimana anda sudah terlalu sibuk untuk mengurusi persahabatan yang tak lagi membuat diri merasa nyaman.Ternyata banyak wanita yang mengalami hal ini.Gael Lindenfield,ahli psikioterapi  dan penulis positive women dan super confidence (Thorsons) berkata ,”Mungkin kedengarannya seperti tak punya hati jika memutuskan persahabatan.Tapi hali ini wajar dilakukan wanita untuk menyisihkan atau menyeleksi para sahabatnya.Karena sudah tak bisa lagi dielakan,juga perlu untuk menyehatkan anda”.
ThE TEnSenEss oF a FrIeNdsHip
     Persahabatb kadang akan renggang ketika satu orang tak lagi menghormati hak-hak sahabatnya yang lain.Bahkan saat ia sudah mengganggu hidup sang sahabatnya ini.Kalau sudah begini lumrah kah persahabatan itu diputus ?? Menurut Adriana jika seorang dinamakan sahabat berarti hubungannya sudah sangat dekat dan lama.Pahit manisnya persoalan seharusnya bisa dikomunikasikan secara terbuka dan terus terang.Sehingga jika ada hal-hal yang menganggusalah satu pihak,bisa segera dibicarakan.Jangan menunggu sampai puncak dan akhirnya membuat diri tersiksa dan terbebani.Jika hal ini bisa dijalankan maka persahabatan itu tak perlu diakhiri.Mungkin diawal persahabatan ada baiknya membuat peraturan Sehingga tak membuat anda ‘sesak nafas’.
     Menurut psikolog dan penulis Dorothy Rowe,punya sahabat kadang memang bisa jadi beban.Dan semua hubungan kadang ada batasnya.Jadi jika anda punya sahabat yang terlalu banyak menuntut,anda harus bisa berkata tidak dari awal.Jika anda tipe orang yang tak bisa terus terang karena takut menyakiti hati sahabat bis adengan cara white lies,alias berbohong untuk kebaikan.Katakan saja sedang sibuk jika dia menuntut anda untuk mendengar cerita nya yang sedang bermasalah.Sebab tak pernah dibenarkan mengatasnamakan persahabatan untuk kepentingan diri sendiri !! itu egois namanya.

ThE EnD oF a fRieNds
Ada banyak alasan mengapa persahabatan itu harus berakhir.Bisa karena anda tak lagi mempunyai banyak persamaan.Bisa juga karena yang satu lebih dominan dari yang lain.Sehingga menimbulkan persaingan dan menyebabkan hubungan menjadi menyebalkan,Ujung-ujungnya hubungan itu merenggang,bahkan akhirnya terputus.Menyedihkan memang L
Tapi bagaimana kalau sang sahabat tak mau ‘melepaskan’ anda dengan mudah?? Haruskah anda brtahan?? “Tidak !!” Jika salah satu pihak sudah merasa emotionally abused maka sudah seharusnya persahabatan itu diputus.




Sumber “majalah cosmopolitan Oktober 2002

Tidak ada komentar:

Posting Komentar