PERSEPSI AKUNTAN PRIA DAN AKUNTAN WANITA TERHADAP ETIKA BISNIS DAN ETIKA PROFESI AKUNTAN,JAI Vol.5, No.1, Maret 2009 : 105-117
Penulis
:
Poniman
Pendahuluan :
Perkembangan dunia bisnis mendorong munculnya pelaku bisnis baru yang menimbulkan persaiangan cukup tajam di dalam dunia bisnis. Pelaku bisnis pada umumnya bertujuan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya agar dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku bisnis dan memperluas jaringan usahanya. Namun terkadang untuk mencapai tujuan itu sering segala upaya dan tindakan dilakukan walaupun pelaku bisnis harus melakukan tindakan-tindakan yang mengabaikan berbagai dimensi moral dan etika dari bisnis.Meningkatnya persaingan dan perubahan global, profesi akuntan pada saat ini dan masa mendatang menghadapi tantangan yang semakin berat, sehingga dalam menjalankan aktivitasnya seorang akuntan dituntut untuk selalu meningkatkan profesionalismenya. Ada tiga hal utama yang harus dimiliki oleh setiap anggota profesi dalam mewujudkan profesionalisme yaitu keahlian, berpengetahuan dan berkarakter (Ludigdo & Machfoedz,1999). Karakter merupakan personality seorang profesional Tujuan penelitian : Untuk mengetahui persepsi akuntan pria dan akuntan wanita terhadap etika bisnis dan etika profesi akuntan.
Latar Belakang :
Etika Profesi Akuntan
Sebuah profesi memiliki komitmen moral yang tinggi, yang biasanya dituangkan dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengemban profesi yang bersangkutan. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan atau mengemban profesi tersebut yang biasanya disebut sebagai kode etik yang harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi. Menurut Chua ( 1994) menyatakan bahwa etika profesional juga berkaitan dengan perilaku moral yang lebih baik terbatas pada kekhasan pola etika yang diharapkan
Perolehan
Data :
Populasi
penelitian ini adalah akuntan pendidik, akuntan publik, akuntan pemerintah dan
akuntan perusahaan di wilayah Kota Semarang. Teknik pengambilan sampel adalah proposive
random sampling sehingga masing-masing kelompok profesi akuntan
dijadikan sampel secara proporsional dan acak. Jumlah sampel yang diambil
minimal 30
Metode
sampling :
proposive random sampling,yaitu
jumlah sample yang diambil minimal 30
orang
Alat
analisis Data :
Untuk
menguji Hipotesa digunakan alat statistik dengan bantuan program computer software
SPSS 12.0 for windows sebagai berikut: Untuk menguji H1 dan H2 dilakukan
dengan menggunakan alat analisis statistik Mann-Whitney U test
Hipotesis
:
Berdasarkan dari hasil tinjauan
penelitian terdahulu maka hipotesis yang diajukan sdebagai berikut:
H1 :Tidak terdapat perbedaan yang
signifikan antara persepsi akuntan pria dan akuntan wanita terhadap etika
bisnis.
H2
: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan pria dan
akuntan wanita terhadap etika profesi akuntan
Hasil penelitian :
Kuesioner disampaikan kepada staf
pengajar pada perguruan tinggi baik perguruan tinggi negeri (PTN| maupun
perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di wilayah Kota Semarang, Akuntan yang
bekerja di kantor akuntan publik (KAP) yang telah memiliki pengalaman mengaudit
dua tahun, Akuntan yang bekerja di badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan
(BPKP) wilayah Semarang yang telah memiliki pengalaman mengaudit diatas dua
tahun dan Akuntan yang bekerja diperusahaan yang telah memiliki pengalaman
bekerja diatas dua tahun di wilayah Kota Semarang.
Rincian penyampaian dan pengembalian
kuesioner menunjukkan tingkat pengembalian kuesioner keseluruhan (69,23%) dan
tingkat pengembalian kuesioner yang dapat digunakan (46,15%).
Kesimpulan:
Berdasarkan hasil uji Independent-Samples
T Test dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi yang
signifikan antara akuntan pria dengan akuntan wanita terhadap etika bisnis. Hal
ini dibuktikan dengan nilai signifikansi yang lebih besar dari 0,05 (sign
0,162). Tetapi terdapat kecenderungan bahwa akuntan wanita mempunyai persepsi
terhadap etika bisnis cenderung lebih baik dibanding dengan akuntan pria. Hasil
penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Ludigdo
(1999) serta Murtanto dan Marini (2003) yang menyatakan bahwa tidak terdapat
perbedaan persepsi antara akuntan pria dan akuntan wanita terhadap etika
bisnis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar